Materialitas - HPL , Veneer , Duco

Materialitas - Finishing? apa maksudnya sih? Yang kita maksud finishing disini adalah pelapis dari bahan yang kita biasa pakai, yaitu kayu olahan (plywood/mdf).

Yang sudah pada tau pasti kalau kita punya furniture kayu solid, agar makin bagus, pasti kita finishing dengan cat plitur kan . Begitupun dengan kayu olahan atau yang biasa kita pakai itu Plywood. Tapi bukan di plitur seperti kayu solid yah!

Tapi ada nih 3 jenis bahan finishing untuk kayu olahan, yaitu ; HPL, Wood Veneer dan Duco Paint. Masing-masing dari bahan ada kelebihan dan kekurangannya nih. Yuk simak apa saja sih kekurangan dan kelebihannya.

HPL (High Pressure Laminated) adalah suatu produk pelapis luar alias penutup dengan bahan plastik sintetis berupa lembaran laminasi bertekanan tinggi.

Produk ini terdiri dari beberapa lapisan, antara lain lapisan kraft yang diresapi resin fenolik (kraft paper), lapisan dekoratif (decor paper), dan lapisan laminasi bening (overlay paper).

Kelebihan dari HPL ialah karena terdiri dari 3 lapisan membuat lapisannya menjadi tahan lama, serta motif yang beragam serta banyak pilihan merk membuat para pengrajin menjadi banyak alternatif untuk dipakai.

Tapi kekurangannya juga karena dari banyaknya lapisan tersebut yang membuat HPL menjadi kaku sehingga bahan ini mudah patah dan tidak dapat ditekuk. Dan juga tidak dapat mengikuti ukiran. Tapi kalau kalian sedang membuat furniture yang tidak banyak ukiran dan tidak banyak lengkungan pemakaian HPL sebagai Finishing sangat direkomendasikan lho!

Wood Veneer adalah lembaran kayu yang terbuat dari kayu log/ kayu gelondongan. Wood Veneer memiliki ketebalan 0.24 mm hinga 3 mm yang didapat melalui proses pengupasan jenis kayu tertentu seperti kayu jati, kayu sungkai, kayu mindi, serta kayu oak.

Kelebihannya apa sih? Kelebihan dari bahan ini adalah kelenturannya, karena bahannya yang cukup tipis. Serta apabila terjadi kerusakan, bisa di finish kembali jadi tidak perlu kupas semuanya. Namun kekurangannya, bagi beberapa pengrajin pengolahan bahan ini cukup rumit yang membutuhkan waktu lebih lama ketimbang menggunakan bahan lainnya.

Duco Paint adalah metode finishing olahan kayu dengan cara di cat dengan cat Duco. Cat duco umumnya terbuat dari bahan nitrocellulose (NC) yang biasa ditemukan juga pada cat khusus mobil, mesin industri, dan alat berat lainnya. Namun kini cat duco juga dapat digunakan untuk finising furniture yang terbuat dari material kayu dan juga besi seperti pintu, jendela, meja, lemari, dan objek lainnya.

Keunggulan dari pemakaian cat duco ini adalah kita akan mendapatkan warna yang sama tanpa sambungan jadi terkesan seamless. Dan juga bisa menutupi permukaan furniture yang rusak. Warna dari cat duco ini juga beragam, tidak terpaku pada catalog yang disediakan oleh vendor penyedia karena warna catnya dapat di kombinasikan sehingga kita akan mendapatkan warna yang jarang ditemukan di finishing lain.

Namun, kekurangan dari cat duco ini adalah pengerjaan yang lama karena harus dengan lapisan yang tebal agar tidak mudah terkelupas. Serta juga sangat mudah kusam jadi akan sering di lapisi kembali dengan cat duco. Serta bahan finishing ini rawan terkena campuran zat kimia-kimia yang membuat warnanya berubah.

Berikut sudah kami buatkan tabel terkait kelebihan dan kekurangan dari ke tiga tipe finishing kayu olahan.

Lalu, Material apa yang sering digunakan Gradient ?

Ketiganya sering kita pakai kok, semua dapat kami penuhi untuk kalian semua sesuai selera !

Segera konsultasikan ide kamu jika tertarik dengan pembuatan wallbed panel ini bersama Gradient.

Konsultasi Online Gratis lho !